Sebagai upaya dalam meningkatkan kerjasama lingkage Bank Perkreditan Rakyat (BPR), bank bjb menggandeng 70 BPR se Indonesia. Gelaran yang dikemas kedalam event BPR Gathering di Hotel Universal Bandung, pekan lalu, sebagai ajang sosialiasi dan sharing dalam rangka meningkatkan kualitas kredit yang disalurkan BPR.
Tak kurang sebanyak 70 BPR yang berasal dari Palembang, Surakarta, Subang, Makassar, Bali, Bandar Lampung dan kota-kota besar di Indonesia, termasuk di kabupaten di Jabar seperti Kabupaten Bandung yang dihadiri oleh BPR Kendana Soreang dan BPR Hayura Artalola Soreang yang juga ikut menerima sosialisi peningkatan kualitas kredit tersebut.
Acara BPR Gathering ini diharapkan dapat lebih memperkuat kerjasama dan dapat terus menerus dikembangkan agar menjadi kerjasama yang lebih berkesinambungan dan sinergi pada masa mendatang. Bank bjb terus mengembangkan bisnis dan pelayanannya secara nasional dan diharapkan semakin meningkatkan perannya dalam pembangunan, ujar Corporate Secretary Bank BJB, Adang Kunandar, kemarin.
Bank bjb melakukan berbagai upaya guna meningkatkan likuiditas kreditnya selama tahun ini. Secara total, lanjut Adang, nilai kredit yang dikucurkan lembaga perbankan tersebut selama periode Januari-Juni 2012 mencapai Rp 3,64 triliun. Angka itu, kata Adang, belum termasuk penyaluran kredit program kredit usaha rakyat (KUR).
Selama tahun 2012, target penyaluran sejumlah Rp5 triliun. Sementara realisasi penyaluran KUR yang kami lakukan selama semester I 2012, yaitu bernilai Rp 1,8 triliun, tambah Adang.
Pemimpin Divisi Mikro bank bjb, Jamal Muslim, mengakui bahwa pola kerja sama linkage dengan BPR memberikan efek positif bagi kinerja lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut. Selain bagi bank bjb, efek positif itu pun dirasakan BPR-BPR, jelas Jamal usai BPR Gathering Gala Dinner di Hotel Universal, Jalan Setiabudi Bandung.
Bagi bank bjb, jelasnya, kerja sama itu dapat menopang kinerja dan performa bank bjb. Begitu juga dengan BPR. Bagi BPR, sistem linkage pun dapat meningkatkan kinerja mereka.
Secara rata-rata, setiap BPR mampu menyalurkan kredit mikro sekitar Rp 10 miliar. Memang, kata dia, nilai penyaluran kredit mikro oleh BPR tergolong besar.
Akan tetapi non-performing loans (NPL) atau kredit macetnya sangat kecil. NPL kredit mikro via BPR sebesar 0 persen, ucapnya.
Untuk mendongkrak kreditnya, sambung Jamal, bank bjb memiliki beberapa skema dan strategi. Di antaranya, membangun pola kerja sama bersistem linkage dengan BPR. Ada sekitar 70 BPR yang menjalin linkage dengan bank bjb, yang targetnya hingga akhir 2012, terjalin kerja sama dengan 100 BPR.
Kredit produktif mendominasi penyaluran kredit mikro berlandaskan sistem dan pola linkage dengan BPR tersebut. Menurutnya, penyaluran kredit mikro produktif mencapai 70 persen total kredit mikro. Sekitar 30 persen berupa kredit konsumtif, tandasnya. (abi)
Source : http://berita.plasa.msn.com/bisnis/jpnn/bank-bjb-gandeng-70-bpr-se-indonesia
Rabu, 21 November 2012
BPR KADIN FOKUS DANAI UMKM
Sesuai namanya, BPR ini fokus untuk membantu usaha kecil menengah UKM). Dengan modal awal Rp1 miliar, Indo Tama siap melayani kredit bagi UKM-UKM.
Langkah awal pun tak sulit. Sebab, Kadin memiliki 1.470 UKM binaan di Makassar. "Itu yang akan kita verifikasi. Yang memenuhi syarat, langsung kita berikan kreditnya," ujar Ketua Kadin Makassar, Amirullah Abbas, usai pengguntingan pita, menandai dibukanya pengoperasian Indo Tama.
Menurut Amirullah, Indo Tama menanti kucuran dana Rp10 miliar dari pengurus pusat Kadin. Bantuan tahunan tersebut sangat diharapkan dikucurkan melalui Indo Tama.
Direktur Utama Indo Tama UKM Sulawesi, AM Wahyudi Aman, menuturkan, pihaknya menargetkan pembiayaan mencapai Rp5 miliar pada enam bulan pertama.
"Jumlah yang sama kami harapkan dari dana pihak ketiga," kata Wahyudi.
Indo Tama memang memiliki produk tabungan. Ada Tabungan UKM dengan setoran awal minimal Rp30 ribu. Ada pula Tabungan Indo Tama khusus pengurus Kadin Rp200 ribu, serta Depotama (Rp1 juta). Indo Tama menjamin dana nasabah aman. Sebab, nasabah bank ini juga di-cover Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ketua Persatuan Bank Perkreditan Indonesia (Perbarindo) Sulsel, Aries Patau, menuturkan, Indo Tama adalah BPR ke-32 yang hadir di Sulsel. Pihaknya pun berharap, Indo Tama bisa langsung gabung Perbarindo. Indo Tama menjadi kebanggan Kadin Sulsel dan Makassar.
Selain menjadi lembaga perbankan yang membantu UKM, BPR ini juga menghadirkan penghargaan nasional. Kadin Sulsel menjadi satu-satunya Kadin daerah yang memiliki BPR. (zul/upi)
KREDIT MACET BPR MAKASSAR CAPAI 2,5 MILYAR
MAKASSAR, CAKRAWALA – Dana rakyat yang dikelola Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Makassar bermasalah dengan adanya kredit macet senilai Rp2,5 miliar. Hal itu tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Makassar dalam rapat Paripurna DPRD Makassar, Rabu, 30 Mei.
Kredit macet tersebut langsung menjadi sorotan dewan, karena jika dibiarkan akan menjadi persoalan yang berlarut-larut ke depan.
Ketua Pansus LKPJ Wali Kota, Adi Rasyid Ali, mengatakan, selaku perbankan yang membantu masyarakat dalam hal peminjaman modal, BPR Makassar mengalami masalah yang cukup berat dengan adanya kredit macet sebesar Rp2,5 miliar itu.
Makanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar perlu menindaklanjuti dengan segera untuk mengatasi permasalahan ini.
Direktur Utama BPR Makassar yang masih dijabat pelaksana tugas dinilai menjadi penghambat penentuan kebijakan dalam tubuh BPR Makassar sendiri. Itu dikarenakan aturan dalam Bank Indonesia tidak memperbolehkan pelaksana tugas mengambil kebijakan.
“Untuk mengambil kebijakan, harus mengangkat direktur utama definitif terlebih dahulu. Nah, dengan adanya direktur utama definitif dapat memperbaiki masalah kredit macet yang melanda BPR Makassar,” kata Adi.
Dalam pengangkatan atau seleksi calon direktur utama definitif, harus mengikuti tata cara yang telah ditentukan. Yakni berdasarkan aturan dari Bank Indonesia dan dilengkapi dengan sertfikat perbankan yang dikeluarkan Bank Indonesia sendiri.
Selain kredit macet di BPR Makassar, DPRD juga menyoroti beberapa item dalam LKPJ Wali Kota, yakni adanya beberapa aset pemkot yang tidak memiliki keuntungan.
Dalam LKPJ itu juga menyebutkan minimnya personil Satpol Pamong Praja, sehingga programnbya tidak berjalan maksimal.
Dewan juga menyoroti dana pengadaan lahan di Dinas PU Makassar sebesar Rp6 miliar yang belum dibayarkan sebagai biaya ganti rugi kepada masyarakat. Dana itu diduga mengendap di dinas PU dan diharapkan segera diberikan kepada masyarakat pemilik lahan.
“Diharapkan untuk mengatasi permasalahan yang ada di SKPD, Pemkot Makassar harus lebih cermat lagi,” tandas Adi. (mg3/ism)
Source : http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/kredit-macet-bpr-makassar-capai-rp25-milyar
ASET BPR HASAMITRA CAPAI Rp. 667M
“Selama ini kami mendapatkan predikat sebagai kategori “Bank SEHAT”. Sejak awal kami selalu mendapat Awar sebagai “BPR Terbaik” di Indonesia dengan pedikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank. Olehnya patut disyukuri bahwa award ini kami peroleh 3 kali berturut-turut,” kata I Nyoman pada acara Anniversary BPR Hasamitra ke-7 di Hotel Swiss Belinn Makassar, pekan lalu. Komisaris Utama BPR Hasamitra, Yonggris menambahkan, jika tahun 2012 telah memberi kesan positif bagi perkembangan BPR hasamitra. Ke depan pihaknya akan terus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk dan optimalisasi proses yang tetap dalam koridor dan arah yang benar. Beberapa fokus pengembangan ke depan seperti pelayanan prima yang meliputi kedekatan, kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan.
Selain itu upaya ekspansi dan pembukaan cabang juga terus dilakukan diberbagai daerah. “Saat ini kami sedang merambah dan memperluas jaringan dengan menyasar kota-kota besar di Sulsel seperti Parepare, Bone dan Palopo,” kata Yongris. Pihaknya juga komitmen memberikan kenyamanan dan pelayanan kepada para pelanggan setia BPR Hasamitra. Termasuk mengoptimalkan proses pengembangan sistem teknologi informasi yang lebih mandiri dan terintegrasi termasuk pembukaan ATM, pengembangan struktur organisasi dan peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan pegawai serta penguatan komposisi modal bank dengan penambahan modal disetor. Saat ini, lanjut Yongsris, BPR Hasamitra mempunyai beragam produk seperti Kredit Seba Guna (KSG) yang merupakan kredit yang diberikan kepada pegawai yang berpenghasilan tetap dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya.
Selian itu ada juga Kredit Mikro Kecil (KMK) yang diperuntukkan bagi usaha mikor & menengah untuk membiayai modal usaha dan atau investasi, dengan suku bunga yang sangat kompetitif. “Kami juga menyediakan produk untuk kalangan rumah tanggan, namanya KuRT (Kredit Usaha Rumah Tangga),” ungkapnya. Tidak hanya itu, BPR Hasamita juga menyediakan produk lain seperti si MItra, si Deka (Simpanan Deposito Berjangka), Ariska (Arisan Keluarga) dan TabunganKu yang dimana tabungan ini tanpa biaya administrasi. Pesatnya perkembangan dan kemajuan BPR Hasamitra tentunya sangat didukung oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BPR Hasamitra. Saat ini BPR Hasamitra telah memiliki jumlah nasabah sebanyak 40.724 nasabah dan asset sebesar 666.780 juta. “Sekali lagi ini semua tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan seluruh stakholders kami sebagai kemitraan untuk mewujudkan tujuan kita,” tuturnya. (mg16/awy)
Source : http://www.ujungpandangekspres.co/bisnis/aset-bpr-hasamitra-capai-rp-667-m
BPR TERBUKTI TAHAN KRISIS
Perbarindo Gelar Pelatihan Internal Control
MAKASSAR,UPEKS–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulsel kembali melukan pemilihan ketua melalui Musyawarah daerah (Musda) kelima. Pelaksanaan Musda untuk pengurus periode 2012-2016 ini juga dirangkaikan dengan pelatihan intenal control kepada anggota dan calon pengurus baru di The Banua Hotel, Senin (12/11) kemarin.
Ketua DPD Perbarindo Sulsel, Aries Patau, mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan dan pengembangan pendapatan masyarakat, keterlibatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sangat besar. Terutama meningkatkan usaha yang dilakukan masyarakat. Menurutnya, saat ini industri BPR/BPRS telah membuktikan dirinya mampu bangkit di tengah krisis ekonomi yang begitu dahsyat.
Namun pada tahun 2008 datang lagi krisis berikutnya, yang kali ini ternyata membawa dampak yang kurang baik bagi industri BPR secara nasional. Belajar dari dua krisis tersebut, maka pelaku industri BPR telah bertekad untuk terus memperbaiki diri melalui peningkatan kualitas di berbagai bidang kegiatan, terutama dalam bidang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi, sehingga mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dalam kondisi apapun.
“Perbarindo adalah lembaga asosiasi BPR/BPRS yang berperan sebagai infrastuktur dapat lebih aktif dalam memperjuangkan BPR/BPRS sebagai lembaga keuangan perbankan secara terarah dan terpadu untuk meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan ekonomi secara berkesinambungan, realistis dan tetap berorientasi kedepan. Serta dapat mengikuti perubahan/perkembangan yang ada,” tandasnya. Sementara itu, Ketua DPP Perbarindo, Joko Suyanto, menuturkan, pelaksanaan Musda Perbarindo telah ditetapkan dalam AD-ART.
Termasuk pemilihan ketua dan penyusunan program. Dengan adanya pengurus baru diharapkan Perbarindo dapat mengakomodir semua isu-isu atau peristiwa terkini dimasyarakat, khusunya dalam pengembangan ekonomi. “Disinilah fungsi dan juga diwajibkan pengurus selama empat tahun. Kami sangat mengapresiasi pengurus yang lama dalam menjalankan fungsi organisasi,”paparnya. Dia mengharapkan, agar Musda Perbarindo Sulsel tak seperti Partai Politik (Parpol) menggunakan cara-cara yang tidak etis.
Tapi pelaksanaan Musda Perbarindo dilakukan dengan baik, penuh kekeluargaan. Apalagi hingga diulang atau diundur. Menurutnya, secara industri atau nasional, persaingan perbankan sangat heterogen. Perbarindo juga telah masuk dalam usaha mikro, kecil dan menengah. Bahkan pertumbuhannya sangat besar. “Pertumbuhan kredit BPR ini terus mengalami peningkatan hingga 22,27 persen, dari angka Rp37 trilun ditahun sebelumnya dan saat ini menjadi Rp 48,5 triliun.
Hal telah sejalan dengan pertumbuhan perbankkan secara umum dengan bank lain. Selain itu suku bungan pinjaman yang diberikan oleh BPR sangat murah. Layanannya juga sangat cepat,”paparnya. Musda V DPD Perbarindo Sulsel juga dihadiri pihak Bank Indonesia yakni Kabid Pengawas Bank Elianus dan beberapa Bank Perkreditan Rakyat Syariah seperti Permata Bank Syariah. (mg03/rus)
Source : http://www.ujungpandangekspres.co/bisnis/bpr-terbukti-tahan-krisis
Langganan:
Komentar (Atom)
Mengenai Saya
- budihastomo
- kami melayani pengurusan pendirian BPR baru, ataupun akuisisi BPR dengan jangka waktu 1 tahun sesuai motto kami, dalam jangka waktu itu tidak selesai kami tidak menerima bayaran apapun Jika berminat hubungi kami di No. HP. 082398147000